Obrolan ku

Helloo,,, ^^

Setiap orang mempetahankan prinsip dan argumennya masing-masing..heehe

Seperti juga aku dengan salah seorang temanku yang berdebat dengan persoalan pacaran. Sebelumnya niih, maaf buat teman-teman semuanya bahwa sebenarnya aku juga mengalami masa pacaran itu sendiri, tapi alhamdulillah Allah masih menjaga ku dengan berbagai dinding pembatas yang tak kasat mata ( ceilaah🙂  ). Sekarang ini aku tengah berbenah diri untuk memperbaiki kesalahanku masa lampau yang terlalu kelam  hihih leebai untuk menjadi insan yang lebih baik dan menemukan pasangan hidupku yang mencintai dan menyayangiku karena Allah. Amiin🙂

lovewords

Kemarin itu berawal dari sms-an biasa, nah,, teman ku yang berinisial R. Dia bilang kalau dia itu banyak yang suka, bisa dapetin cwe cantik, baik de el el (cwo idola gituu), dan belum pernah dapet cwe yang seperti aku preett,,maaf, ga mempan rayuan gombalmu,. Dia cerita kalau di punya cewe dua orang, anak PS dan K. Hebat bener tuh R,, jurus apa sihh yang ngebuat banyak cewe tersepona dengan sosoknya yang kelihatan kalem ( tapi banyak bicara, saking banyak bicara, sampai aku kadang-kadang ga pernah dapat kesempatan bicara buat komen omongan dia). Aku komen seadanya aja lewat sms kalau jangan bohong satu sama lain. Tapi anehnya ituu, cewe yang dari K, rela mutusin cwonya cuma buat jadi selingkuhan R (cwe K juga tau loo kalau R punya cwe dari PS). oowww..padahal kemarin dia pernah cerita kalau dia udah mau serius sama cewe yang dari PS, ckckck. Yaudah aku ga mau tau tentang hubungan mereka, aku jawab kalau pacaran aja udah dosa apalagi kalau punya pacar dua bisa dobel dosa. Nah, dari situlah debat dimulai (hehe). Dia jawab kalau semua perbuatan itu tinggal niatnya, dia bilang “niat pacaran karena sesuatu yang baik”. Niat baik,,ohh, kenapa enggak langsung nikah aja kalau niatnya baik, toh ujung-ujungnya kalau cocok bisa nikah kan??! Dia bilang kalau jodoh kita udah ditetapkan oleh Allah, dan masing-masing manusia harus berusaha dan berdoa untuk menjemput jodoh masing-masing. Okeee,, itu benar bahwa jodoh itu ga tiba-tiba datang dari langit dan ketok pintu di siang bolong atau tengah malem mungkin pagi-pagi juga boleh sambil bawa beberapa persiapan+penghulunya tanpa ada usaha sebelumnya. Hmm.. lagi-lagi dia tetep keukeuh mempertahankan pendapatnya, jangan melihat pacaran dari luarnya, tetapi dari dalamnya juga dia membuat huruf besar pada (niat) dan apa yang dilakukan selama pacaran itu ga macem-macem dan ga ngapa-ngapain. Oohh.. begitu, hati-hati dengan hati., bisa-bisa terkena makhluk halus dosa yang tidak kita sadari, dia itu halus banget, sampai-sampai kita tak bisa menyadarinya, yaitu zina hati. Dengan memikirkan orang yang kita cintai tanpa ada ikatan yang sah bisa-bisa kita terkena dosa tadi zina hati. Wallahua’lambisshawab.

Namuun,,, namanya juga saling mempertahankan argumen masing-masing, jadi dia bilang gini “ semua yang kita jalani di dunia ini harus dijalani dengan niat baik, sama artinya kita menuntut ilmu untuk dapet ilmu dan kita harus sekolah, sama halnya kita dalam mencari pasangan untuk kebahagiaan kita kelak. Kita juga harus jeli dalam memilih. Kita belajar dan saling memahami, maka perkenalan dulu sama artinya dengan sekolah tadi”. Begitu tooo… BTW dia juga ga terlalu percaya dengan ta’aruf, dia menganggap bahwa ta’aruf itu proses perjodohan. Bukan meenn,, ta’aruf itulah yang paling dianjurkan biar kita tidak tersesat pada jalan syaitonnirrojim. Kalau ga cocok, kita bisa kok tidak meneruskan proses ta’aruf sebelum khitbah, dan proses ta’aruf itu aman,, Insya Allah ga bakal ada yang tersakiti, karena ta’aruf itu jalan menuju kehidupan berumah tangga yang cintanya akan terjaga dan Insya Allah karena Allah semata. Nahh,, kalau mengenal dan memahami satu sama lain, kenapa juga harus pacaran, kita berteman aja pun bisaa, dengan berteman kita lebih terbuka, apa adanya, ga dapat dosa. Jika cocok lanjut ta’arufàkhitbahànikah (hehe). Bisa jadi,, orang pacaran itu banyak kejelekan yang disembunyikan, jadi kalau nikah nanti siap-siap ada kebiasaan pasangan kita nanti yang ternyata ga sesuai kayak pacaran pada awalnya.

love

Maaf ya sobat R, bukan maksud menggurui, tapi aku hanya mempertahankan argumen dan prinsipku, semoga Allah memberikan jodoh yang terbaik untukku dan dia melabuhkan cintanya untukku hanya karena Allah dan begitu sebaliknya aku. Semoga orang yang mencintai dan menyayangiku membawa diriku ke jalan yang lurus dan menam

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s