Laporan Praktikum Pemeriksaan Darah

  1. A.           Tujuan
    1. Mengetahui cara memisahkan plasma dan endapan darah
    2. Mengetahui cara memisahkan fibrin dan serum
    3. Mengetahui kandungan globulin dalam serum
    4. Mengetahui kandungan albumin dalam serum
  1. B.            Prinsip
    1. Mahasiswa mampu memisahkan plasma dan endapan darah menggunakan centrifuge
    2. Mahasiswa mampu memisahkan fibrin untuk mendapatkan serum darah.
    3. Mahasiswa mampu memisahkan kadar protein globulin dalam serum dengan menggunakan metode setting out dan melakukan tes biuret untuk uji kadar protein
    4. Mahasiswa mampu menganalisis kadar protein albumin dalam serum dengan menggunakan metode salting out dan melakukan tes biuret untuk uji kadar protein.
  1. C.           Tinjauan Pustaka

Darah bersifat alkalis lemah dengan Ph 7,36 berfungsi sebagai alat transport zat-zat terutama O2, mengatur reaksi-reaksi tubuh supaya konstan, untuk regulasi panas badan dan pelindung terhadap kemungkinan infeksi. Darah terdiri dari sel darah (eritrosit, leukosit, trombosit) dan plasma darah (fibrinogen, serum darah yang terdiri dari albumin dan globulin

Darah

Plasma Darah

Fibrin

Serum

  • Ø Albumin
  • Ø Globulin
  • Ø Trombosit
  • Ø Eritrosit
  • Ø Leukosit

Endapan Darah (Packel Cell)

Sampel darah yang akan ditentukan dapat berupa darah, plasma darah, serum darah. Plasma darah adalah darah minus sel-sel darah dan masih mengandung fibrinogen.Dalam plasma terdapat anti koagulen yang sengaja ditambahkan guna mencegah penjendalam.Plasma tanpa fibrinogen disebut serum dan tidak mengandung bahan koagulan (Setyaningrum, 2002).

Plasma darah mengandung beberapa senyawa baik anorganik maupun organik yang meliputi antara lain : Protein darah, sari makanan, garam mineral, getah secret sel seperti enzim, hormon, zat-zat ekskresi.

Plasma darah (7%), meliputi :

Fibrinogen : Untuk pembekuan darah (0,3%)

Albumin     : Menjaga tekanan osmotic darah    (4%)

Globulin     : Membentuk zatkebal/zat antibiodi (2,7%)

Berdasarkan kerjanya zat anti (anti body) dibedakan :

  • Prepsipitasi        : kerjanya mengendapkan darah
  • Aglutinasi          : menggumpulkan
  • Netralisasi         :antigenik menutup tempat yang tosik (beracun)
  • Lisin                  : menyerang dan memecah antigen
  • Antitoksin         : menetralkan racun (Aden bagus, 2011)

Istilah penting lain dalam plasma darah yaitu:

Serum           : Cairan darah/plasma yang tidak mengandung Fibrinogen(komponen pembeku darah).

Anti body     : Protein yang dapat mengenali dan mengikat antigen (proteinasing) tertentu.

Antigen        : Molekul protein asing yang tidak dikenal yang masuk keplasma darah.

Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimen dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptide ( Maura Maulina, 2012).

Hematokrit merupakan ukuran yang menentukan banyaknya jumlah sel darah merah dalam 100 mg darah yang dinyatakan dalam (%). Leukosit (White Blood Cell/WBC) merupakan komponen darah yang berperan dalam memerangi infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun proses metabolic toksin, dll. Trombosit (platelet) merupakan bagian dari sel darah yang berfungsi membantu dalam proses pembekuan darah dan menjaga integritas vaskuler. Eritrosit (Red Blood Cell/RBC) merupakan komponen darah yang paling banyak dan berfungsi sebagai pengangkut/pembawa oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh dan membawa karbon dioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru.

Laju endap darah adalah kecepatan zedimentasi eritrosit dalam darah yang belum membeku dengan satuan mn/jam(Ridwan, 2012).

Fungsi darah :

  • Membawa produk sisa metabolism sel ke organ yang akan mengekskresikannya.
  • Melawan infeksi (leukosit dan antibodi)
  • Membawa zat yang dibutuhkan kelenjar untuk menghasilkan sekret
  • Mendistribusikan secret kelenjar dan enzim.
  • Mendistribusikan panas ke seluruh tubuh.
  • Menjaga asam-basa darah
  • Menghentikan perederan (proses pembekuan)(Almas, 2012).
  1. D.           Alat Dan Bahan
Alat :

  • Ø Centrifuge
  • Ø Corong
  • Ø Tabung reaksi
  • Ø Rak tabung reaksi
  • Ø Kertas saring
  • Ø Gelas bekker
  • Ø Mikro pipel + selotip
Bahan :

  • Ø Sampel darah
  • Ø Larutan biuret
  • Ø Larutan NaCl 0,9 % 15 ml
  • Ø Larutan CaCl 20 % 5 tetes
  • Ø Larutan (NH4)2 SO4 22 % 2 ml
  • Ø Larutan NaCl 1 % 20 ml
  1. E.            Cara Kerja
    1. Pemisahan plasma dan endapan

3 ml darah

-   endapan

-   Plasma          untuk percobaan 2

Di CeNtrifuge      selama 10 – 15 menit dengan kecepatan 1500 rpm.

-   Plasma          untuk pe      (sel darah)

1 ml plasma (menggunakan plasma)

+ 15 ml Nacl 0,9 %

+ 5 tetes Cacl 20%

Fitrat (Serum)

Endapan (fibrin)

Pemisahan Fibrin dan Serum

  1. Pemeriksaan globulin dan albumin(salting out)
    1. Globulin

1 ml serum

+ 2 ml (NH1)2 SO4 22%

Fitrat globulin

endapan

Di saring menggunakan kertas saring

endapan

Fitrat             untuk percobaan b

Bilas endapan dengan NaCl 1 % ± 20 ml

Tes biuret hingga berwarna biru muda          catat jumlah tetes biuret

Diamkan ± 30 menit

  1. Albumin

Fitrat Globulin

Ukur Volumenya

 Fitrat

endapan

 Fitrat

endapan

+ (NH4)2 SO4 22% 1:1

Air  (larutkan endapan dalam air)

Tes protein dengan biuret tetes demi tetes hingga berwarna biru muda (catat jumlah tetes biuret)

  1. F.            Hasil Pengamatan
    1. Pemeriksaan Plasma dengan Endapan

No

Nama Sampel

Perlakuan

Hasil Pengamatan

Keterangan

1.

Darah Vena(3 ml)

Dipisahkan antaraplasmadenganendapan menggunakan centrifuge selama 10-15 menit dengan kecepatan 1500 rpm

3 ml sampel darah

centrifuge

-   Plasma

-   endapan

 

Setelah sampel vena (Darah) di centrifuge selama 10-15’ dengan kecepatan 1500 rpm akun mengalami pemisahan antara plasmadarah denganendapannya.
  1. Pemisahan Fibrin dengan Serum

No.

Nama Sampel

Perlakuan

Hasil Pengamatan

Keterangan

1. Plasma (1 ml) Sampel plasma di tambahkan 15 ml Nacl 0,9 % dan 5 tetes Cacl 20% kemudian didiamkan selama ± 30 menit

1 ml plasma

Ditambah

15 ml Nacl

5 tetes Cacl

Didiamkan 30 menit

Fitrat

endapan

1 ml serum

1 ml plasma diambil lalu ditambahkan 15 ml Nacl dan 5 tetes Cacl, didiamkan selama 30 menit, maka terjadilah endapan. Fitrat adalah serum dan endapan adalah fibrm.
  1. Pemeriksaan Globulin dan Albumin
    1. Globulin
No. Nama Sampel

perlakuan

Hasil pengamatan

keterangan

1. Serum (1 ml) Sampel serum (1 ml) ditambah 2 ml (N H4)2 SO4 22% lalu didiamkan ± 30 menit setelah itu disaring dengan kertas saring, lalu di bilas dengan Nacl dan di tetesi biuret sampai biru.

1 ml serum

Di tambah 2 ml NH4

Di diamkan ± 30 menit

Fitrat

endapan

 

1 ml serum diambil lalu didiamkan 2 ml (NH4)2 SO4 didiamkan ± 30 menit, maka terjadi endapan lalu dilung endapan di bilas dengan Nacl 1% 20 ml tertinggal di saringan lalu di tetesi biuret hingga berubah warna menjadi biru muda

 

  1. G.           Pembahasan

Darah bersifat alkalis lemah dengan Ph 7,36 dan berfungsi sebagai alat transportasi zat-zat terutama O2, mengatur reaksi-reaksi tubuh supaya konstan, untuk regulasi panas badan dan pelindung terhadap kemungkinan infeksi. Darah terdiri dari sel darah (eritrosit, leukosit, trombosit) dan plasma darah (fibrinogen, yaitu serum darah yang terdiri dari albumin dan globulin).Pada praktikum ini, kami menggunakan sampel darah yang sebanyak 3 ml yang diambil dari salah satu anggota kelompok. Sampel darah tersebut diletakkan pada tabung reaksi dan disentrifuge selama 10-15 menit dengan kecepatan 1500 rpm (rotate per menit), setelah disentrifugasi, plasma darah akan terpisah dengan endapan. Karena, jika darah diputar pada sentrifuge maka zat protein tersebut akan mengendap dan terpisah sebagai endapan darah. Sisanya, berupa cairan bening/jernih yang disebut plasma.Plasma darah terpisah, karena pada endapan darah terkandung protein yang berperan dalam pembekuan darah.Selanjutnya, dilakukan pemisahan antara fibrin dan serum. Pemisahan dilakukan dengan menambahkan 2 ml plasma dengan 15ml Nacl 0,9% dan 5 tetes Cacl 20% setelah itu didiamkan kurang lebih 30 menit, sehingga terbentuk endapan gel di dalam gelas beker. Pada penelitian kami, terdapat endapan gel dan sedikit cairan di dalam gelas beker. Gel tersebut adalah fibrin, dan cairan sisanya adalah serum. Adapun fibrinogen berfungsi untuk pembekuan darah. Saat terjadi luka, benang-benang  fibrin akan terbentuk dan membentuk anyaman untuk menjaring sel darah dan menutupi luka. Sifat fibrinogen yang membekukan darah membuatnya berubah menjadi gel dan berpisah dari serum.

Prosedur kerjanya ketiga adalah pemisahan globulin dan albumin.Di dalam serum terdapat protein albumin dan globulin.Untuk mendapatkan atau menentukan adanya globulin ditambahkan (NH4)2 SO4 22% (ammonium sulfat jenuh).Prosedur ini untuk memisahkan protein dengan salting out.Protein mempunyai struktur yang tidak stabil sehingga mudah mengalami denaturasi yang meliputi presipitasi dan koagulasi.Albumin merupakan protein yang larut dalam air sedangkan globulin mempunyai sukar larut dalam air. Akan tetapi di dalam serum yang mengandung kedua protein (albumin dan globulin) ini ditambahkan garam ammonium sulfat 22%, maka protein akan terdenaturasi atau daya larut globulin akan berkurang sehingga globulin akan terpisah sebagai endapan. Denaturasi protein ini dipengaruhi adanya garam logam berat, Ph, panas, perubahan tipe pelarut dan lain sebagainya.Pada denaturasi terjadi perubahan terhadap struktur sekunder ternier, dan kuartener.Molekul protein tanpa terjadinya pemecahan ikatan kovalen sehingga terkadang dapat berlangsung secara rifersebel dan dapat mengalami metanuvasi atau penyusunan kembali molekul protein. Dimana globulin akan mengendap pada penambahan amonium sulfat 22% sedangkan albumin akan larut pada penambahan amonium sulfat 22%. Pengendapan dapat terjadi karena saat amonium sulfat 22% ditambahkan pada serum, ion-ion garam amonium sulfat menarik molekul air dan albumin menjauh dari globulin. Hal ini disebabkan ion-ion pada garam amonium sulfat memiliki muatan berat jenis yang lebih besar dibandingkan protein, sehingga ketika ditambahkan akan berikatan dengan molekul air dan albumin yang dapat memaksa globulin berinteraksi, dan ketika menambahkan amonium sulfat dalam jumlah cukup menyebabkan terpresifitasi. Setelah protes ini, akan didapatkan endapan globulin yang akan disaring dengan kertas saring dan diperoleh fitrat yang akan digunakan untuk pengujian albumin. Dengan analisis nitrogen dalam fitrat, setelah pemisahan tersebut, diperoleh albumin dalam serum. Karena sifat albumin yang tidak larut atau mengendap dalam amonium sulfat jenuh atau larutan  garam yang sangat pekat, maka setelah fitrat ditambah (NH4)2 SO4 22% diperoleh endapan gel. Kemudian, masing-masing endapan dilakukan pemisahan, pemisahan globulin dilakukan dengan menuangkan cairan pada corong yang telah diberi kertas saring dan dibawahnya terletak gelas beker, endapan berupa gel akan tersangkut pada kertas saring dan fitratnya akan mengalir ke beker gelas. Endapan berupa gel tersebut kemudian dibilas menggunakan pelarut Nacl 1 % (sifat globulin larut dalam larutan garam encer) dengan volume kurang lebih 20 ml. Larutan  ini kemudian ditetesi menggunakan biuret untuk membuktikan adanya protein dalam darah. Apabila setelah diberi tetesan biuret, larutan berubah warna menjadi warna biru muda, darah pasitif mengandung protein globulin.

Untuk albumin, dilarutkan dalam air (sifat albumin larut dalam air) dan di lakukan uji biuret.Pertama, ukur volume fitrat globulin dan tambahkan dengan (NH4) SO4 22%, kemudian diamkan hingga 30 menit.Selain itu, saring cairan menggunakan kertas saring. Endapan yang tersisa pada kertas saring itulah yang akan dilarutkan ke dalam air sebanyak 20 ml, dan dilakukan uji biuret. Apabila setelah diberi tetes biuret berubah warna menjadi biru muda berarti darah positif  mengandung albumin. Dari kedua percobaan diperoleh menjadi hasil positif uji biuret, perubahan warna bias terjadi karena biuret bereaksi terhadap ikatan popride pada protein.

Hitunglah seberapa banyak tetesan biuret tersebut, semakin banyak tetesan biuret tersebut, semakin banyak tetesan biuret, maka semakin sedikit kadar proteinnya. Sebaliknya, semakin sedikit tetesan biuret maka semakin banyak kadar proteinnya.

Dalam parktikum kami tetesan biuret untuk pemeriksaan globulin sebanyak 65 dan untuk albumin 33 tetes.

  1. H.           Kesimpulan
    1. Cara memisahkan plasma dari endapan darah yaitu darah disentrifuge 10-15 menit dengan kecepatan 1000 rpm. Maka akan terlihat lapisan atas bening (plasma) dan bagian endapan darah.
    2. Cara memisahkan fibrin dan serum yaitu 1 ml plasma ditambah 15 ml Nacl 0,9% dan 5 tetes Cacl 20%, maka akan terjadi endapan. Fitrat adalah fibrin.
    3. Globulin dalam serum mengandung protein yang lebih sedikit dari albumin. Terbukti pada pemeriksaan endapan globulin yang ditetesi biuret membutuhkan 65 tetes.
    4. Albumin dalam serum mengandung protein yang lebih banyak. Terbukti pada pemeriksaan endapan albumin yang ditetesi biuret membutuhkan 33 tetes.

 

 

 

 

 

  1. I.              Daftar Pustaka

Bagus, Aden 2011. Pengertian globulin.

File:///D:/darah/pengertianglobulin.html14-03-2013

Alfinda, 2012. “Pemeriksaan Darah.

http://www.scribd.com/doc/96III017/pemeriksaan -Darah

Novia, Almas.2012.Fungsi darah. http://relovia.blogspot.com/2012/10/fungsi-darah.html14-03-2013

Lohninger, Albert.2008.dasar-dasar Biokimia Jilid I.Jakarta:Erlangga

Peara, Evvelyn C.2006.Anatomi dan fisiologi untuk

paramedis.Jakarta:PT.Gramedia

Rahmawaty,Setyaningrum.2002.Petunjuk Praktikum Biokimia Gizi.

Ridwan.2012.Pengertian darah dan bagiannya.

WordPress.com/2012/08/12)

Pengertian darah dan bagiannya Maulina,

Maura.2012.Albumin.http://id.shvoong.com/social.scienca/psychology/2198689.

 

 


 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.936 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: